Jumat, 25 September 2015

Cerita Rakyat; Asal Usul Desa Kalijaga(cerita rakyat desa Kalijaga, kec. Aikmel, Lombok Timur)



Asal Usul Desa Kalijaga

Dahulu kala, ada seorang Pangeran yang sedang berkelana bersama Prajurit dan Asistennya.Di dalam perjalanannya,Sang Pangeran berhenti di suatu daerah di tengah hutan untuk beristirahat.Daerah tersebut sanyatlah rindang dan asri.Sang Pangeran merasa nyaman dan senang berada di daerah tersebut dan menyuruh asistennya yang bernama Pe Kija untuk membuatkan batas pada daerah yang sedang di singgahinya itu.Setelah mendapatkan perintah dari sang pangeran,Pe Kija pun segera berlari menuju timur, dan ia menemukan sungai. Lalu ia berlari ke arah barat dan lagi-lagi ia menemukan sungai.Karna hal tersebut,Pe Kija lalu melapor ke Pangeran.Pangeranpun berpikir dan Pangeran memutuskan untuk menjadikan kedua sungai tersebut menjadi batas daerah tersebut. Dan daerah itu diberi nama Kalijaga, karena daerah itu di apit oleh dua buah sungai.

Lama kelamaan, Prajurit-prajurit Pangeran menikah dan membuat rumah di Kalijaga. Dan penduduk Kalijagapun bertambah. Tidak hanya para Prajurit yang menetap di sana, banyak juga para pendatang yang semula hanya numpang lewat di Kalijaga memutuskan untuk menetap.
  
          Bertahun-tahun kemudian penduduk Kalijaga terus bertambah. Dan Kalijagapun berubah menjadi sebuah desa yang terbagi menjadi dusun-dusun. Dan dusun-dusun ini mempunyai sejarahnya masing-masing.

Di desa kalijaga terdapat pemukiman khusus keluarga bangsawan yang sekarang dikenal bernama dusun Pedaleman. Dulunya dusun pedaleman bernama dusun pejeroan, dan di utara pedaleman ada dusun yang dinamakan Dayan jero,yang berasal dari dua kata yaitu kata dayan dan pejeroan. Dayan yang berarti utara,dan jero  yang berarti pejeroan. Dan di sebelah timur pedaleman ada sebuah dusun yang dulunya adalah tempat memasak untuk para Prajurit yang berperang melawan Belanda yang sekarang dikenal dengan dusun Gubug Dapur.

Dahulu juga pernah terjadi kebakaran dahsyat yang terjadi di kalijaga sehingga dapat meluluhlantakan sebagian daerah di desa kalijaga. Kemudian masayarakat Desa Kalijaga membuat tempat pengunsian di utara Desa Kalijaga yang dulunya hanyalah hamparan sawah yang luas . Tempat itu kemudian dijadikan sebagai tempat tinggal baru bagi sebagian masyarakat.sebagian penduduk desa Kalijaga merasa nyaman dan senang berada di tempat tersebut sehingga lama kelamaan tempat yang dulunya hanyalah difungsikan sebagai tempat pengungsian,telah berubah menjadi sebuah dusun. Dan dusun ini diberi nama dusun Peta Kawan.Dimana kata petakawan berasal dari dua kata yaitu kata Peta dan kata Kawan. Peta yang artinya mencari dan kawan berarti teman. Jadi artinya yaitu mencari teman.

Dari sekian dusun yang ada di Desa Kalijaga, ada satu dusun yang tidak mau mengakui dirinya masuk dalam wilayah Kalijaga. Namun, lama kelamaan akhirnya dusun itu mau juga untuk mengakui dirinya sebagai bagian dari Desa Kalijaga. Sehingga dusun itu pun dinamakan dusun Karang Luar.
Dan sampai sekarang desa Kalijaga tetap aman dan tentram dengan penduduknya yang selalu hidup rukun dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

2 komentar:

  1. Mantep..lumayan,,tapi sumber ceritanya darimana...

    BalasHapus
  2. Tahun berapakah kejadian tersebut... ?!?
    Berdasarkan Sumber Data dari mana... ? !?

    BalasHapus